Pantai Kerewe, Pantai Indah dari Sumba Barat

Pantai Kerewe

Kalau kamu pernah berkunjung ke Kabupaten Sumba Barat, carilah informasi yang banyak dan lengkap tentang tujuan wisata apa saja yang ada di sana. Sumba barat itu kaya akan tempat tujuan wisata. Selain kaya dari bentang alamnya, budaya, masyarakat yang ramah, ternyata ada banyak pantai yang indah.

Tahukah anda di sana ada Pantai Nihiwatu yang disisi pantainya terdapat Hotel kelas Internasional, Namanya Nihiwatu Resort yang kabarnya pelancongnya sebagian besar dari luar negeri. “Kalau  orang Indonesia jarang ke sini, tidak sanggup bayarnya,” begitu kata seorang bapak ketika ditanya tentang siapa saja pelancong Resort Nihiwatu.

Di Sumba Barat itu Ada beberapa pantai, diantara nya Pantai Mambang, Lai liang, Teitena, Rua, Marosi, tentu saja Nihiwatu, Wanokaka,  dan Pantai Kerewe.

Kali ini, blog ini mau menuliskan tentang Pantai Kerewe. Pantai Kerewe terletak di Desa Patiala Bawa, Sumba Barat. Pantai ini berjarak 27 km dari Kota Waikabubak (ibukota Kab. Sumba Barat).

Kalau mau datang ke sana, pelancong bisa menaiki pesawat dan turun di Bandara Tambolaka yang terletak di Sumba Barat Daya. Setelah itu, pergi menuju Kota Waikabubak, Kab. sumba Barat yang memakan waktu sekitar dua jam. Lalu, apabila sudah sampai di Kota Waikabubak, pelancong bisa menaiki angkutan umum seperti mobil bak terbuka atau sewa angkot yang disebut bemo. Tetapi, sebagian besar pelancong datang ke sana membawa kendaraan sendiri, baik dengan mobil atau sepeda motor. Kalau kamu sebagai pendatang  baru ke sana, lebih baik menaiki mobil deh dan hati-hati karena banyak sekali pengendara yang melaju kencang dari arah yang sama atau lawan arah.

Jalan menuju ke Pantai Kerewe ini tidak mulus alias banyak jalan berlubang. Jadi harus memperhatikan kondisi jalan juga. Oh ya, jalan menuju pantai Kerewe ini juga jalan menuju Pantai Nihiwatu itu, akan berpisah jalur ketika memasuki perbatasan Kecamatan Wanokaka dan Kecamatan Lamboya.

Setelah memasuki desa Patiala Bawa, Pelancong akan disuguhi lapangan nan luas. Lapangan tersebut biasanya digunakan sebagai tempat perayaan Pasola, yang selalu dilaksanakan Bulan Februari setiap tahun. Kalau sudah bertemu lapangan Pasola, itu tandanya Pantai Kerewe sudah dekat, jaraknya hanya 3 km.

Lapangan Pasola

Kalau sampai Desa Patiala Bawa, akan melewati jalan beraspal yang cukup baik, lokasi pantai yang letaknya berbelok arah terkadang membingungkan pelancong. Kamu jangan ragu-ragu bertanya dengan orang lokal. Mereka pasti menjelaskan letak Pantai Kerewe tersebut. Ketahuilah, orang Desa Patiala Bawa sangat ramah terhadap pendatang, ada satu aturan adat yaitu, “apabila ada tamu, maka mereka wajib menjamu tamu tersebut.”

Secara administrasi, lokasi pantai termasuk Dusun II, Desa Patiala Bawa. Ada 4 Dusun di sana, dan berupa kampung adat. Kampung yang diisi dengan bentuk rumah adat, kekayaan budaya Sumba, dan kehidupan terhadap kepercayaan lokal sangat lekat di sana.

Lalu Apa saja yang bisa dilakukan di sana ya?

Berenang di Pantai Kerewe

Ya iyalah apa lagi yang kamu lakukan kalau enggak berenang di pantai. Namun, pengunjung harus ingat pantai disana punya kecendrungan ombak yang besar. Kalau tidak bisa berenang, upayakanlah berenang dipinggir saja dan jangan masuk ke daerah yang terlalu dalam. Kalau pelancong membawa anak, awasi anak dan ingat berenangnya di pinggir saja ya. Tahukah anda, Pantai ini memiliki garis pantai yang sama dengan Pantai Nihiwatu. Pelancong bisa melihat penginapan dan pantai Nihiwatu dari kejauhan. Sejujurnya pantai ini indah sekali dengan pasir putihnya. Kalau pelancong datang di pagi hari, bisa juga melihat aktivitas masyarakat lokal ketika memancing ikan dan mencari Bulu Babi di sana.

Mengumpulkan Bulu Babi

Menginap di Musa Homestay

Ada beberapa penginapan di sana yang bentuknya berupa homestay. Disana ada Homestay yang bernama Musa Homestay. Penginapan yang dimiliki oleh orang lokal. Penginapannya dibuat seperti rumah orang lokal, namun bentuknya lebih kecil. Ada fasilitas listrik (tetapi lampu untuk siang hari saja, dan tidak bisa mengecas laptop). Kamar memiliki isi kasus empuk, layaknya kamar hote. Pemiliknya Musa sangat ramah kepada pelancong, jangan ragu ajak berbicara dan meminta sesuatu yang dibutuhkan kepadanya. Harga penginapan homestay berkisar Rp400.000/ malam dan sudah termasuk makan di sana. Enggak tahu ya, kalau harganya sudah naik atau belum.

Mengunjungi Kampung Adat

Kalau sudah puas berendam di pantai dan sempat menginap di sana. Mintalah kepada penduduk lokal, agar bisa melihat-lihat kampung di sana. Ada banyak hal yang anda ketahui tentang masyarakat yang hidup disana, seperti mitologinya, kepecayaan Marapu, kondisi sosial budayanya, tentang perkampungan tradisionalnya, budaya megalitik yang terkenal dengan kubur batu, keragaman ritual, seni dan kerajinan, hingga bagaimana orang disana menjalani hidup sehari-hari. Kalau sudah bisa kenal dekat dengan mereka, maka diketahui bahwa mereka sangat rama terhadap para pelancong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *